Tampilkan postingan dengan label SMBD. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label SMBD. Tampilkan semua postingan
Selasa, 07 Januari 2014

Tugas 4 SMBD (Tampilan Aplikasi dengan Visual Basic)


TUGAS
SISTEM MANAJEMEN BASIS DATA
“Sistem Informasi TPA/TPK”






Disusun oleh:
1.       Paramitha Dahlan          (121051017)
2.       Seprindo adi putra       (121051025)
3.       Asti Widyaningsih       (121051032)
4.       Imam Prasetyo            (121051046)
    5.       Rian Qurniawan           (121051085)

                    
INSTITUT SAINS & TEKNOLOGI
AKPRIND YOGYAKARTA
2013
Selasa, 26 November 2013

Tugas 3 SMBD "Database TPA/TKA"

TUGAS 3
SISTEM MANAJEMEN BASIS DATA

Disusun oleh:

                                                      1. Asti Widyaningsih (121051032)
                                                      2. Paramitha Dahlan (121051017)
                                                      3. Imam Prasetyo (121051046)
                                                      4. Seprindo Adi Putra (121051025)
                                                      5. Rian Qurniawan (121051082)


JURUSAN TEKNIK INFORMATIKA
TEKNOLOGI INDUSTRI
IST AKPRIND YOGYAKARTA
2013



       Pada tugas ketiga ini kami  mengambil tema mengenai database TKA/TPA Masjid Al Jannah. Di dalam database tersebut terdapat 3 sub sistem, antara lain:
  1. Sub Sistem Santri
  2. Sub Sistem Keuangan
  3. Sub Sistem Perpustakaan
       Dari ketiga sub sistem diatas, saling sub sistem itu akan saling berelasi antara satu dengan yang lain. Untuk penjelasan lebih lanjut berikut penjelasan untuk struktur tabel-tabel yang digunakan.
Ada tabel yang selalu digunakan di ketiga sub sistem tersebut yaitu tabel kecamatan, tabel kabupaten, dan tabel provinsi. Berikut struktur tabelnya :

Rabu, 20 November 2013

Pengertian Sistem Manajemen Basis Data

      Sistem manajemen basis data (Bahasa Inggris: database management system, DBMS), atau kadang disingkat SMBD, adalah suatu sistem atau perangkat lunak yang dirancang untuk mengelola suatu basis data dan menjalankan operasi terhadap data yang diminta banyak pengguna. Contoh tipikal SMBD adalah akuntansi, sumber daya manusia, dan sistem pendukung pelanggan, SMBD telah berkembang menjadi bagian standar di bagian pendukung (back office) suatu perusahaan.

         Contoh SMBD adalah Oracle, SQL server 2000/2003, MS Access, MySQL dan sebagainya. DBMS merupakan perangkat lunak yang dirancang untuk dapat melakukan utilisasi dan mengelola koleksi data dalam jumlah yang besar. DBMS juga dirancang untuk dapat melakukan manipulasi data secara lebih mudah. Sebelum adanya DBMS, data pada umumnya disimpan dalam bentuk flat file, yaitu file teks yang ada pada sistem operasi. Sampai sekarangpun masih ada aplikasi yang menimpan data dalam bentuk flat secara langsung. Menyimpan data dalam bentuk flat file mempunyai kelebihan dan kekurangan. Penyimpanan dalam bentuk ini akan mempunyai manfaat yang optimal jika ukuran filenya relatif kecil, seperti file passwd pada sistem operasi Unix dan Unix-like. File passwd pada umumnya hanya digunakan untuk menyimpan nama yang jumlahnya tidak lebih dari 1000 orang. Selain dalam bentuk flat file, penyimpanan data juga dapat dilakukan dengan menggunakan program bantu seperti spreadsheet. Penggunaan perangkat lunak ini memperbaiki beberapa kelemahan dari flat file, seperti bertambahnya kecepatan dalam pengolahan data.

        Namun demikian metode ini masih memiliki banyak kelemahan, diantaranya adalah masalah manajemen dan keamanan data yang masih kurang. Penyimpanan data dalam bentuk DBMS mempunyai banyak manfaat dan kelebihan dibandingkan dengan penyimpanan dalam bentuk flat file atau spreadsheet, diantaranya :

1. Performa yang dapat dengan penyimpanan dalam bentuk DBMS cukup besar, sangat jauh berbeda dengan performance data yang disimpan dalam bentuk flat file. Disamping memiliki unjuk kerja yang lebih baik, juga akan didapatkan efisiensi penggunaan media penyimpanan dan memori
2. Integritas data lebih terjamin dengan penggunaan DBMS. Masalah redudansi sering terjadi dalam flat file. Redudansi adalah kejadian berulangnya data atau kumpulan data yang sama dalam sebuah database yang mengakibatkan pemborosan media penyimpanan.
3. Independensi. Perubahan struktur database dimungkinkan terjadi tanpa harus mengubah aplikasi yang mengaksesnya sehingga pembuatan antarmuka ke dalam data akan lebih mudah dengan penggunaan DBMS.
4. Sentralisasi. Data yang terpusat akan mempermudah pengelolaan database. kemudahan di dalam melakukan bagi pakai dengan DBMS dan juga kekonsistenan data yang diakses secara bersama-sama akan lebiih terjamin dari pada data disimpan dalam bentuk file atau worksheet yang tersebar.
5. Keamanan. DBMS memiliki sistem keamanan yang lebih fleksibel daripada pengamanan pada file sistem operasi. Keamanan dalam DBMS akan memberikan keluwesan dalam pemberian hak akses kepada pengguna.

Sumber : wikipedia

Rabu, 23 Oktober 2013

Tugas 1 Sistem Manajemen Basis Data


TUGAS
 SISTEM MANAJEMEN BASIS DATA
"SISTEM PARKIR MAHASISWA"




Disusun oleh:
          -         Paramitha Dahlan    (121051017)
          -         Seprindo Adi Putra (121051025)
          -         Asti Widyaningsih   (121051032)
           -         Imam Prasetyo        (121051046)
                -         Rian Qurniawan      (121051082)     
  
                    
INSTITUT SAINS & TEKNOLOGI
AKPRIND YOGYAKARTA
2013
 
;